à courts d’écran #42|Eksodus

 

à courts d’écran #42

“Eksodus”

Sabtu, 12 Februari 2011|15.00

Dua film yang akan diputar kali ini berbicara mengenai sebuah perjalanan yang tidak hanya mempersoalkan jarak, ruang, serta waktu, namun juga pada persoalan keyakinan. Ketika represi hadir ditengah keyakinan, maka muncullah bentuk-bentuk perlawanan sebagai sebuah tindak pertahanan.

Program à courts d’écran ini akan dihadiri oleh A. Dananjaya, sutradara dari film “r.i.” yang akan mengawal diskusi setelah pemutaran.

La Traversée

Elisabeth Leuvrey

Dokumenter|55’00”|2006|Prancis teks Inggris

Setiap musim panas, banyak orang menyeberangi laut antara Prancis dan Aljazair. Di laut, bukan Prancis dan belum lagi Aljazair, sekelompok laki dan perempuan berbincang tentang pengalaman mereka; menjadi Prancis – menjadi Aljazair – menjadi diri mereka.

 

r.i.

A. Dananjaya

Dokumenter|20’00″|2011|Indonesia teks Inggris

Bentuk represi Orde Baru terhadap orang-orang yang dianggap kiri dan komunis di luar negeri dilakukan dengan pemberlakuan screening atau pencabutan paspor secara sepihak. Beberapa dari mereka memilih tidak kembali ke Tanah Air, karena begitu besar resiko yang akan dihadapi, seperti penangkapan dan penghilangan paksa. Untuk bisa bertahan di tengah tragedi kemanusiaan tersebut, mereka kemudian mendirikan sebuah restoran sebagai simbol solidaritas-kolektif para eksil. Restoran Indonesia di Paris, menjadi bagian dari gerak emansipasi manusia Indonesia yang peduli akan persoalan kemanusiaan ditengah pemboikotan serta pelarangan masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke sana oleh rezim militer Soeharto. Stigmatisasi sebagai restoran ‘merah’ tak melemahkan semangat Restoran Indonesia sebagai monumen perjuangan kemanusiaan.

Advertisement

About this entry